Kehidupan Pengamen : Sebelum dan Sesudah Pandemi
Pada bulan Oktober 2024, kami para murid SMAK Ricci 1 kami mendapat kesempaatan untuk mewawancarai seorang pengamen. Kami mulai menulis pertanyaan wawancara dan mendiskusikan nya dengan kelompok kami pada seminggu pertama di bulan oktober. Pada 16 Oktober 2024, kami memulai wawancara kami dengan Gery sebagai pewawancara dan editor, Felix dan Maxi sebagai kameraman serta Kelly dan Eleanor sebagai notulent. Kami memulai wawancara kami pada jam 15:00 dan mulai mencari narasumber kami di daerah dekat glodok menuju pasar pagi. Kira kira 15 menit kemudian kami menemukan narasumber kami yang bernama Toni dan menanyakan 10 pertanyaan yang telah kami buat. Tujuan kami melakukan wawancara ini adalah untuk mengetahui seperti apa kehidupan pengamen sebelum dan sesudah terjadinya pandemi dan bagaimana pandemi mempengaruhi keadaan ekonomi pengamen.
Apa Itu Pengamen ?
Menurut KBBI, Pengamen berasal dari kata amen /amén/, mengamen/meng·a·men/ v ber- keliling (menyanyi, main musik, dan sebagainya) untuk mencari uang; pengamen/peng·a·men/ n penari, penyanyi, atau pemain musik yang tidak tetap tempat pertunjukannya. Jadi dapat disimpulkan bahwa pengamen adalah seorang pemain musik tidak tetap yang melakukan pertunjukan untuk memenuhi kebutuhan hidup,biasanya pengamen hanya bisa melakukan pertunjukan yang sederhana dan memiliki taraf hidup yang cukup rendah.
10 Pertanyaan dan Jawabannya
(1) Siapa nama bapak?
- Toni
(2) Sudah berapa lama anda mengamen?
- Sudah dari orok, 10 tahun ada.
(3) Dimana biasanya bapak mengamen?
- Sekitaran sini, Ricci sampai pasar pagi
(4) Apakah pandemi mempengaruhi penghasilan bapak?
- Mempengaruhi banget, penghasilan menjadi berkurang buat keluarga gak cukup.
(5) Apakah pendapat bapak setelah pandemi cukup?
- Cukup, ya lumayan.
(6) Apakah pendapat bapak sebelum pandemi cukup?
- Cukup, buat makan sehari-hari cukup lah.
(7) Mengapa bapak memilih daerah ini untuk mengamen?
- Soalnya tempatnya strategis, ada pasar, ada tempat buat makan ya kan, strategis lah tempatnya.
(8) Bagaimana strategi bapak bertahan di saat pandemi?
- Tetep jalanin aja sih ya kan, kalau gk jalan gk makan.
(9) Apakah bapak mendapat bantuan sosial dari pemerintah di saat pandemi?
- Dapet sih, lumayan lah ya kan tiap minggu tiap bulan ada aja bantuan, buat keluarga cukup lah.
(10) Apa harapan bapak kedepannya?
- Ya semoga lebih baik lagi ya kan, Jakarta lebih bagus lagi ya kan ya gitu aja sih.
Komentar
Posting Komentar